Tuesday, July 25, 2017
Script Auto Upload ke FTP
Pada saat kita hendak upload maupun download di FTP, biasanya akan menunggu proses tersebut sampai selesai, Namun jika ukuran file besar dan koneksi terbatas, akan bosen juga jika harus menunggu proses tersebut.
Untuk kondisi tersebut berikut ini contoh script auto upload ke FTP;
#!/bin/bash
HOST='IP_SERVER_TUJUAN'
USER='USER_FTP'
PASSWD='PASSWORD_FTP'
ftp -n -v $HOST << EOT
ascii
user $USER $PASSWD
Monday, March 27, 2017
Test SIP Command
Jika ingin melakukan test dial ke provider sebelum server live, bisa menggunakan SIP command, caranya yang pertama adalah install SIP di server kemudian
1. Create file bernama coba.xml
file tersebut bisa seperti ini
<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<scenario name="invite_client">
<send retrans="500">
<![CDATA[
1. Create file bernama coba.xml
file tersebut bisa seperti ini
<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<scenario name="invite_client">
<send retrans="500">
<![CDATA[
Cara Mengatasi Error "Windows Script Host access is disabled on this machine"
Langsung saja buka regedit
1. HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows Script Host\Settings
2. Hapus value bernama 'Enable' dengan klik kanan klik modify ubah nilainya dari "0" menjadi "1"
3. Selesai
Tidak perlu direstart jalankan kembali program autokms.
Ok selamat mencoba!
Monday, October 3, 2016
Cara mengatasi error XAMPP: Port 80 in use by “Unable to open process” dengan Net Stop
Beberapa kali install dan repair XAMPP gagal di jalankan dan mendapat error seperti ini error XAMPP: Port 80 in use by “Unable to open process”. Error ini di sebabkan karena port 80 yang di gunakan oleh APACHE sedang digunakan,sehingga mengakibatkan CRASH port.
Agar XAMPP bisa digunakan kembali cukup menggunakan satu baris perintah seperti ini:
> net stop http
> Do you want to continue this operation? (Y/N) [N]: y
Perintah tersebut dijalankan di command promt dengan user administrator.
Setelah sukses menjalankan perintah tersebut masuk control panel XAMPP, dan jalankan kembali APACHE nya, insyaAllah sudah berjalan normal kembali.
Selamat mencoba!
Thursday, December 31, 2015
Iptables Can Not Save After Reboot, Cara Setting IPTABLES
Default setting dari iptables di Centos adalah ketika Server di reboot, settingan Iptables akan hilang. Agar setting IPTABLES yang sudah dibuat / ketikan dapat tersimpan setelah restart maka edit file ini
#nano/etc/sysconfig/iptables-config
Ubah seperti menjadi YES baris berikut ini
Ubah seperti menjadi YES baris berikut ini
IPTABLES_SAVE_ON_RESTART="yes"
IPTABLES_SAVE_ON_STOP="yes"
Kemudian simpan file tersebut dan masukan lagi rule-rule dari IP-TABLES, setelah itu jalankan perintah berikut :
#/etc/init.d/iptables save
Kemudian coba Server di reboot, setelah reboot ketikan perintah :
#iptables -L < untuk melihat rule iptables hilang atau tidak
Ok sampai disini selamat mencoba!
Thank
IPTABLES_SAVE_ON_STOP="yes"
Kemudian simpan file tersebut dan masukan lagi rule-rule dari IP-TABLES, setelah itu jalankan perintah berikut :
#/etc/init.d/iptables save
Kemudian coba Server di reboot, setelah reboot ketikan perintah :
#iptables -L < untuk melihat rule iptables hilang atau tidak
Ok sampai disini selamat mencoba!
Thank
Tuesday, December 22, 2015
Wireshark Error undefined symbol: pcap_set_tstamp_precision
Untuk monitoring paket data yang lewat di interface network kita bisa menggunakan tools wireshark berikut ini cara install tool wireshark tersebut. Di Operating Centos untuk installasi wireshark sangat sederhana yakni dengan cara menjalakan perintah sbb:
#yum install wireshark
#yum install wireshark
Jika di dalam repo Centos Base tidak ditemukan wireshark tersebut gunakan atau cari Repo lain yang menyediakan, saat ini di Serverku menggunakan dua repo, yakni CentosBase dan Epel. dan lancar ketika installasi wireshark.
Friday, May 8, 2015
Forbidden Virtual Host Centos 7
Karena ada perpindahan server, ostosmatis instal OS baru. Setelah pilih-pilih, akhirnya kepingin mencoba performa Centos 7. Setelah install selesai, coba setting webserver dengan virtual hostnya dan ting tong, ketika di buka dari client muncul tulisan Forbidden . Seperti biasa firewall coba dimatikan dengan cara:
1. Disable Selinux di file /etc/selinux/config
Ubah baris SELINUX=Enforcing menjadi SELINUX=disabled
1. Disable Selinux di file /etc/selinux/config
Ubah baris SELINUX=Enforcing menjadi SELINUX=disabled
2. Disable firewall-cmd dengan cara jalankan perintah ini:
systemctl disable firewall-cmd service
Subscribe to:
Posts (Atom)






